Selasa, 20 September 2011

Liga Spanyol Bukan Hanya Barcelona dan Real Madrid

MADRID, KOMPAS.com — Gelandang Barcelona FC asal Brasil, Thiago, menolak untuk menyimpulkan bahwa Liga Spanyol hanyalah perseteruan antara dua tim besar, yaitu Barcelona dan Real Madrid.


Adalah bohong besar bahwa ini merupakan liga antara dua tim saja. (Tim-tim) yang lain juga muncul dan melakukan yang terbaik dan berusaha untuk menang.
-- Thiago

"Adalah bohong besar bahwa ini merupakan liga antara dua tim saja. (Tim-tim) yang lain juga muncul dan melakukan yang terbaik, dan berusaha untuk menang," kata Thiago pada sesi konferensi pers pascapelatihan di Madrid, sebagaimana diberitakan AFP, Senin (19/9/2011) waktu setempat.

Dia menanggapi perbincangan akhir-akhir ini bahwa sebenarnya Liga Spanyol hanya berisi persaingan antara Barca dan Madrid. Wacana itu santer terutama setelah dua tim itu menang besar atas tim-tim lain di awal musim.

Juara bertahan Barcelona melumat Villarreal 5-0, dan Real Madrid menghancurkan Real Zaragoza 6-0. Namun, pada pertandingan-pertandingan berikutnya, ternyata dua tim besar itu tak mudah menaklukkan tim lain. Real Madrid kalah mengejutkan 0-1 dari Levante.

Sebelumnya, Barcelona hanya bermain imbang 2-2 lawan Real Sociedad meski kemudian bangkit lagi dengan melumat Osasuna dengan 8-0.

Pernyataan Thiago disampaikan selang sehari seusai kekalahan Madrid itu. Sebenarnya hak siaran televisi di Liga Spanyol juga berpusat di bawah Barcelona dan Real Madrid. Dua klub itu masing-masing menerima sekitar 140 juta euro (atau Rp 1,7 triliun) setiap tahun dari hak siar televisi.

Sementara itu, klub-klub kecil seperti Levante, Real Sociedad, atau Malaga, hanya memperoleh 12 juta euro (atau Rp 148 miliar) per tahun. Wajar saja jika pada awal bulan ini para pemimpin dari 12 klub divisi utama Liga Spanyol berjuang agar Liga Sepakbola Profesional memberikan kesempatan lebih baik pada mereka untuk memperoleh hak-hak penjualan siaran televisi.

Presiden Sevilla Jose Maria del Nido mengecam Liga Spanyol sebagai "sampah terbesar tidak hanya di Eropa, tetapi di dunia," dalam sebuah wawancara dengan radio pemerintah RNE, pada awal musim, 29 Agustus lalu. "Ini adalah liga Dunia Ketiga, di mana dua klub mengurangi (perolehan) uang televisi dari tim-tim lain yang berkompetisi," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar