Kim Jong-un resmi menjadi pemimpin Korea Utara. Badan Pusat Berita Korea (KCNA) dan Kantor Berita Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) menyatakan Kim Jong Un sebagai Pemimpin Tertinggi Angkatan Bersenjata Revolusioner. Demikian yang dilansir dalam laman Xinhua, Sabtu (24/12).
Dalam sebuah esai politik berjudul "Panglima Tertinggi kami", Pemimpin Surat Kabar DPRK Rodong Sinmun menyebut Kim Jong Un sebagai Panglima Tertinggi Korea Utara saat ini.
Sementara itu, menurut KCNA, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea (WPK) dan "Sang Pemimpin Tertinggi Angkatan Bersenjata Revolusioner" berziarah mengunjungi makam mantan pemimpin Kim Jong-il untuk mengungkapkan belasungkawa yang mendalam.
KCNA menambahkan, dalam ziarah tersebut, Kim Jong-un juga didampingi anggota Komisi Militer Pusat (WPK), Komisi Pertahanan Nasional DPRK, Komandan Utama dari Tentara Rakyat Korea (KPA), dan anggota staf KPA dan komandan KPA unit gabungan. Para pejabat yang hadir tersebut menyatakan resolusi mereka bahwa KPA akan setia kepada pimpinan Kim Jong Un dan tegas mempertahankan Korut sebagai negara sosialis.
Sebelumnya Kim Jong Un telah mengunjungi makam Kim Jong Il pada tanggal 20 dan 23 Desember lalu. Kim Jong Il terpilih menjadi Panglima Tertinggi Tentara Rakyat Korea pada tanggal 24 Desember 1991. Dia meninggal di kereta api saat tur inspeksi pada 17 Desember lalu
Minggu, 25 Desember 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar